Jan32010

KALENDER 2010 LPMP GORONTALO

Dec112009

Penyerahan Peralatan ICT Untuk KKG/MGMP sekab. Bone Bolango

Kasubag Umum LPMP Gorontalo, EKy Aristanto P. Punu, SE MM saat menyerahkan Blockgrant Peralatan ICT kepada salah seorang Ketua KKG yang ada dikab. Bone Bolango

Kasubag Umum LPMP Gorontalo, EKy Aristanto P. Punu, SE MM saat menyerahkan Blockgrant Peralatan ICT kepada salah seorang Ketua KKG di Kab. Bone Bolango

Bantuan Peralatan ICT untuk guru di daerah terpencil sekab. Bone Bolango telah diserahkan oleh Kasubag Umum LPMP Gorontalo, Bapak Eky Aristanto P. Punu SE,MM Senin (07/12) lalu di Aula LPMP Gorontalo kepada 14 kelompok KKG/MGMP, yang disaksikan oleh pejabat dari Diknas Bone Bolango.

Hal ini adalah salah satu wujud program Dirjen PMTPK Depdiknas yang telah merancang program peningkatan kompetensi guru daerah terpencil melalui pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG)-SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)-SMP se-propinsi Gorontalo yang berbasis Information and Communication Technologies (ICT).

Perincian bantuan Peralatan ICT untuk Kab. Bone Bolango tersebut yakni, 42 buah laptop, 14 buah modem untuk akses internet, 14 buah printer dan 14 buh LCD, yang masing-masing Kelompok KKG/MGMP memperoleh bantuan  3 buah Laptop, 1 buah Printer, 1 buah LCD, dan 1 buah Modem untuk akses internet.

Kasubag Umum LPMP Gorontalo, Bapak Eky Aristanto P. Punu SE, MM. mengharapkan bantuan laptop tersebut digunakan dengan baik sesuai peruntukannya yakni untuk meningkatkan kualitas guru di daerah terpencil. “Jadi dengan adanya laptop dan fasilitas pendukungnya yang memungkinkan untuk akses internet, diharapkan dapat membuka wawasan para guru sehingga pada akhirnya bisa memperkaya informasi dan bahan ajar serta bisa mengakses berbagai informasi terkini mengenai pendidikan,” harap Eky saat itu. Lebih jauh Eky mengharapkan kualitas lulusan siswa semakin baik setelah pemberian bantuan tersebut.

Eky mengatakan, LPMP Gorontalo sebelumnya telah memfasilitasi pendidikan dan latihan kepada para guru penerima bantuan tersebut di LPMP Gorontalo agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Ia mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para guru karena peralatan ICT yang diberikan tergolong berteknologi tinggi dan membutuhkan keahlian untuk mengoperasikannya.

Setelah mengikuti pelatihan di LPMP, para guru menjadi master teacher. Artinya, mereka akan melatih sesama rekan guru dengan bantuan tim dari LPMP,” kata Eky. Kemudian nantinya tim teknis dari LPMP Gorontalo akan kembali mendatangi para guru penerima bantuan tersebut untuk melakukan pengecekan. “Kita akan cek lagi untuk memastikan peralatan tersebut sudah dimanfaatkan dengan baik atau belum. Jika belum maka kita akan mengevaluasi permasalahannya sehingga dapat diatasi,” kata Eky.

Prinsipnya, tegas Eky, peralatan tersebut harus digunakan dengan baik sesuai peruntukannya. Karena itu tujuan utamanya untuk meningkatkan kualitas guru di daerah terpencil dapat tercapai. Dengan mengakses internet dari Laptop yang dibagikan tersebut, kata Eky, para guru dapat mengakses informasi mengenai dunia pendidikan. “Terutama mengenai kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang selama ini dikeluhkan guru di daerah terpencil,” jelas Eky.

Dec102009

Workshop PTK tentang NISN dan NPSN

Workshop PTK tentang NSIN dan NPSN Tahun 2009

Workshop PTK tentang NSIN dan NPSN Tahun 2009

NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) adalah kode pengenal siswa dan sekolah yang bersifat unik dan pengelolaannya menerapkan sistem komputerisasi yang terpusat dan online. Tetapi Penerapan kode pengenal NISN dan NPSN selama ini masih belum ada standar yang baku. Ini menyebabkan rentan terjadinya data NISN dan NPSN ganda yang pada akhirnya tidak mampu menjadi pembeda utama bagi siswa dan sekolah se Indonesia. Akibat dari tidak adanya standarisasi ini, muncul kesulitan dalam proses manajemen pengeolaan data siswa dan data sekolah dalam skala nasional.

Hal ini disampaikan oleh Ibu Dra. Hasmi Dumbi, MPd. mewakili Kepala LPMP Gorontalo, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop PTK tentang NSIN dan NPSN yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Desmber 2009 di New Rahmat Hotel Kota Gorontalo.

”makanya workshop ini sangat penting bagi kita untuk melakukan standarisasi kodifikasi NISN dan NPSN yang diterapkan di seluruh Indonesia”, harap Ibu Hasmi mengakhiri sambutannya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Panitia Rudy Halalutu, SPsi. yang baru saja mengikuti PIM IV ini menjelaskan bahwa tujuan utama workshop adalah :

  • Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan;
  • Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Depdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini;
  • Sebagai sistim pendukung program Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan program pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa

“Adapun peserta yang kita undang sebanyak 100 orang kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK, MI, MTS dan MA,  berasal dari kabupaten/kota sepropinsi Gorontalo yang dibagi secara proporsiona”, pungkas Rudy.

Dec72009

Interpretasi Hasil Ujian Nasional TA. 2008/2009

Firna Sari, S.Si

Firna Sari, SSi. begitu nama lengkapnya tetapi biasa dipanggil oleh teman-temannya dengan sapaan NiNa, adalah Staf LPMP Gorontalo yang baru setahun ini terangkat sebagai PNS, alhamdulillah kemarin telah menyelesaikan penulisan Laporan Interpretasi Hasil Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2008-2009 Jenjang  SMP/MTs se-propinsi Gorontalo, yang dibukukan dalam bentuk laporan.

Tulisan ini membahas dua bagian pokok, yakni Interpretasi Hasil dan interpretasi daya serap Ujian nasional. Diharapkan pemanfaatannya adalah dapat memudahkan bagi pihak-pihak terkait yang memiliki kepentingan perbaikan proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di daerah dan sekolah.

Lebih lengkapnya baca disini :

Untuk men-download berkas laporan ini, silahkan kamu ambil disini :

Selain itu bagi kamu yang belum membaca Laporan Hasil Pengolahan Data Pemantauan dan Evaluasi Program Kualifikasi S1-D4, kamu bisa men-download-nya secara lengkap disini..!!


Dec72009

Monev Program Kualifikasi S1/D4 Tahun 2009

Ditjen Dikti Depdiknas mulai tahun akademik 2006/2007 telah memperluas penyelenggaraan pendidikan untuk guru SD melalui Program Sarjana S-1 PGSD pada 49 LPTK penyelenggara termasuk di Propinsi Gorontalo melalui sistem Pendidikan Jarak Jauh, sebagai upaya percepatan peningkatan kualifikasi akademik guru untuk semua jenjang pendidikan adalah penyelenggaraan Program S-1 kependidikan bagi guru dalam jabatan. Di Propinsi Gorontalo, sebanyak 2088 orang guru yang yang didanai melalui Program Block Grant mahasiswa S1/D4.

Untuk memonitor dan mengevaluasi  penyelenggaraan program ini dipercayakan dan dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Gorontalo, dengan mengunakan acuan Rambu-Rambu Penyelenggaraan Program Sarjana S-1 Kependidikan bagi guru dalam jabatan.

Berikut ini adalah Laporan Hasil Pengolahan Data Pemantauan & Evaluasi Program Kualifikasi S1/D4 Tahun 2009 dalam bentuk e-book.


Kamu bisa men-download-nya pada beberapa link berikut  :


Oct152009

Workshop Pembekalan Guru Pengajar Mata Pelajaran UN

Workshop Pembekalan Guru Pengajar MP-UN Tahun 2009

Workshop Pembekalan Guru Pengajar MP-UN Tahun 2009

Baru saja ditutup kegiatan Workshop Pembekalan Guru Pengajar Mata Pelajaran Ujian Negara (Guru MP-UN) yang telah diselenggarakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 12 s.d 15 Oktober 2009, bertempat di Gedung Aula Serba Guna LPMP Gorontalo, Desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, Propinsi Gorontalo oleh Kepala LPMP Gorontalo, Ibu Hj. Luizah F. Saidi, MPd.

Workshop Pembekalan Guru MP-UN ini diikuti oleh 180 orang peserta yang terdiri dari Guru SMP dan SMA yang mempunyai latar belakang pendidikan sesuai mata pelajaran yang diujian-negarakan seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Fisika yang dijatah 15 orang peserta setiap kab/kota se-Propinsi Gorontalo.

Menurut Ibu Luizah, bahwa Hasil Ujian Nasional memang bukan merupakan satu-satunya alat untuk menentukan kelulusan siswa pada setiap satuan pendidikan tetapi terutama sebagai sarana untuk melakukan pemetaan dan analisis mutu pendidikan yang dimulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, propinsi sampai tingkat nasional. Hasil UN Tahun Pelajaran 2007/2008 tingkat SMP/MTs, maupun SMA/MA dan SMK untuk Propinsi Gorontalo telah dipetakan dan dianalisis. Secara Teknis LPMP Gorontalo telah mengadakan Analisis Hasil UN, yang diharapkan dapat menjadi acuan atau referensi untuk merencanakan program dalam rangka pengembangan dan pengendalian mutu pendidikan di Provinsi Gorontalo. Kegiatan Workshop Pembekalan Guru Pengajar Mata Pelajaran UN ini pun adalah salah satu upaya intervensi pemerintah dalam hal ini DEPDIKNAS melalui LPMP, terhadap satuan dan program (studi) pendidikan di antaranya melalui: pendidikan dan pelatihan terutama pengembangan proses pembelajaran efektif, pemberian bantuan teknis, pengadaan dan pemanfaatan sumberdaya pendidikan, serta pemanfaatan ICT dalam pendidikan.

Dra. Hasmi Dumbi, MPd.

Dra. Hasmi Dumbi, MPd.

Dalam kesempatan lain, Dra. Hasmi Dumbi, MPd selaku Penanggung Jawab kegiatan ini menjelaskan bahwa hasil akhir yang diharapkan dalam workshop ini, adalah tercapainya sosialisasi interprestasi hasil UN 2007 / 2008 Propinsi Gorontalo; kemudian yang kedua adalah teridentifikasinya soal yang dengan daya serap <5,25; selanjutnya terselesaikannya soal yang bermasalah (<5,25) sebagai kontribusi dalam bentuk pemecahan soal yang dapat digunakan oleh guru dalam bimbingan UN 2008; yang pada akhirnya peserta dapat menganalisis soal-soal Ujian Negara menurut tingkat kesukaran.

Oct152009

Workshop Validasi dan Verifikasi PTK Tahun 2009

Workshop Validasi dan Verifikasi PTK Tahun 2009

Workshop Validasi dan Verifikasi PTK Tahun 2009

Bertempat di Aula LPMP Gorontalo, pada tanggal 8 s.d 9 Oktober 2009 telah dilaksanakan Workshop Validasi dan Verifikasi Data Individual PTK Tahun 2009.  Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala LPMP Propinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Seksi Program dan Sistem Informasi  Simon Marada, SSi.  dengan jumlah peserta sebanyak 52 orang terdiri dari Petugas Pendataan dari setiap kecamatan, Petugas Pendataan setiap kabupaten dan Petugas Pendataan PNF Kabupaten/Kota se-Propinsi Gorontalo serta 3 orang pengelola NUPTK LPMP Gorontalo.

Dalam sambutannya Simon Marada, mengatakan bahwa pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dengan pendataan NUPTK yang telah dilaksanakan sejak tahun 2006 hingga 2008, telah memberikan NUPTK bagi sekitar 27.000 orang PTK. Hal ini sesuai sumber data yang ada pada SIM-NUPTK Gorontalo sampai dengan Agustus 2009. Dari jumlah tersebut, berdasarkan analisis secara kualitas, masih ditemukan komponen-komponen dari data individu PTK yang perlu diverifikasi ulang, seperti tanggal lahir, status pegawai, TMT, tingkat pendidikan dan sebagainya.  Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) saat ini terfokus pada PTK Formal sedang PTK Non Formal dan data PTK Depag masih banyak yang belum disentuh. Permasalahan lain yang perlu mendapat perhatian serius dalam PTK adalah koordinasi antara Petugas Pendataan Kabupaten/Kota dengan LPMP sebagai koordinator pendataan di tingkat propinsi, prosedur mutasi data antar Kabupaten/Kota dan keaktifan(baca: keseriusan operator dalam melaksanakan perbaikan (updating) data PTK. Dengan didukung oleh perkembangan ICT, SIM NUPTK juga akan dikembangkan ke sistem online sebagai solusi dari berbagai permasalahan yang ada.

Kemudian untuk memaksimalkan updating data PTK, maka LPMP Gorontalo berupaya melalui kegiatan Workshop Pendataan PTK mengadakan kegiatan ”Verifikasi dan Validasi Data NUPTK” dengan Petugas Pendataan Kecamatan dan Operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Insya Allah, hasilnya diharapkan mendukung kebijakan program sertifikasi, peningkatan kualifikasi pendidik dan pemberian tunjangan bagi guru, ungkap Kepala Seksi  dalam sambutannya.

Jumari, S.Kom

Jumari, S.Kom

Jumari, S.Kom sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Validasi dan Verifikasi PTK Tahun 2009, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolah data pendidik dan tenaga kependidikan serta mengkoordinasikan pendataan pendidik dan tenaga kependidikan di setiap Dinas Kabupaten/Kota dengan software aplikasi SIM NUPTK; mengidentifikasi permasalahan data NUPTK untuk PTK Non

Formal dan PTK Depag; melakukan validasi dan verifikasi data NUPTK; mengetahui cara mengoperasikan SIMNUPTK on-line, migrasi database SIMNUPTK versi NUPTK off-line; dan tentu melakukan finalisasi pengolahan data pendidik dan tenaga kependidikan sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat menyajikan informasi data NUPTK Propinsi Gorontalo yang lengkap.

“Hasil yang kita harapkan nantinya semua Petugas Pendataan yang kita undang ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan operator pengolah data pendidik dan tenaga kependidikan menggunakan software aplikasi SIM NUPTK. Selain itu Petugas Pendataan mampu menganalisa permasalahan pendataan di masing-masing Kabupaten/Kota, sehingga apa yang kita harapkan yaitu adanya sinkronisasi database SIM NUPTK yang sesuai secara kuantitas maupun kualitas antara LPMP dengan Kabupaten/Kota bisa terwujud”, harap Jumari.

Oct142009

PC Security 6.4; Pengunci File dan Folder di Laptop

PC Security 6.4; Pengunci File dan Folder di Laptop

PC Security 6.4; Pengunci File dan Folder di Laptop

Memang menjengkelkan sekali bila ada orang lain yang membuka file/folder pribadi kita yang disimpan di komputer. Meskipun disembunyikan (hidden), tetap saja file tersebut ditemukan. Saya yakin kamu pernah mengalami hal seperti itu. Ada baiknya, file/folder yang sangat pribadi, dikunci menggunakan software. Memang, kebanyakan software tersebut tidak gratis.

Banyak software atau program untuk mengunci folder yang berisi data “rahasia” agar tidak setiap orang yang menggunakan komputer kita bisa meng-aksesnya, diantaranya adalah PC Security yang sampai dengan bulan Oktober 2009 ini sudah dirilis versi 6.4. Software ini dapat kamu download disini.

PC Security 6.4 bekerja dengan mengunci sistem PC/Laptop kamu yang belum pernah ada sebelumnya. Sebagai Contoh, total kontrol atas komputer Anda dengan pilihan keamanan berikut: Kontrol Explorer, File Lock, Folder Lock, System Lock, Internet Lock, Shortcut / Program Lock, Restricted System, Window Lock, Deteksi penyusup dengan alarm, Fleksibel dan lengkap proteksi password dan Tarik dan Drop dukungan. Yang sangat kuat dan mudah untuk menggunakan utilitas perlindungan.

Asyiknya lagi, software ini Gratis buat para pengguna pribadi, jadi silahkan dicoba saja.

Sep152009

Internal Capacity Building QA/LM LPMP Gorontalo

Internal Capacity Building QA/LM LPMP Gorontalo

Internal Capacity Building QA/LM LPMP Gorontalo

Selama 3-hari penuh dari tanggal 14 s.d 16 September 2009 bertempat di Hotel Andalus Kota Gorontalo dilaksanakan Workshop Peningkatan Pemahaman Konsep SPMP Internal LPMP Gorontalo (Internal Capacity Building QA/LM LPMP Gorontalo).

“Saat ini SPPMP perlu di sosialisasikan, sebagai tindak lanjut workshop Program Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan yang diselengggarakan Direktorat Pembinaan Diklat Ditjen PMPTK Depdiknas pada bulan Maret, Mei dan Juni 2009 bertempat di LPMP Sulsel. Hal ini bertujuan agar konsep dasar sistem penjaminan mutu pendidikan tingkat dasar dan menengah dapat disosialisasikan dan didesiminasikan secara menyeluruh kepada setiap jajaran di lingkungan LPMP Propinsi Gorontalo sehingga fasilitasi internal LPMP dapat dilakukan secara merata dan komprehensif. Ini dilakukan dalam rangka pengembangan kapasitas LPMP dalam bidang QA (Quality Assurance) dan QI (Quality Improvement) untuk melaksanakan tupoksinya”, ungkap Kepala LPMP Gorontalo Ibu Hj. Luizah F. Saidi, MPd dalam sambutannya.

Peserta dalam kegiatan ini adalah pimpinan, widyaiswara dan staf LPMP Gorontalo sebanyak 52 orang. Adapun narasumbernya dari Tim MCPM-AIBEP Jakarta, yakni Ibu Dra. Renny Yunus, MM sebagai Koordinator Program  Pengembangan LPMP serta Mr. John Short adalah Konsultan Program Pengembangan LPMP. Kegiatan ini juga dipandu oleh fasilitator dari Tim LM-QA LPMP Gorontalo.

Ketua Panitia

Ketua Panitia

Menurut Ketua Panitia Ibu Faradillah Dungga, ST. MPd. bahwa tujuan dari kegiatan pembekalan yang dikemas dalam bentuk workshop ini adalah:

  • Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kebijakan pemerintah mengenai Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan(SPMP).
  • Berbagi informasi dengan peserta tentang Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), Quality Improvement (QI) dan Capacity Building (CB) terkait Tupoksi LPMP serta melatih keterampilan peserta dalam memilah program-program LPMP yang merujuk pada kategori QC, QA, QI dan CB.
  • Merancang rencana aksi tahunan dan program/kegiatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip penerapan QA/QI di masing-masing seksi.
  • Meningkatkan kompetensi peserta dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di LPMP Gorontalo.

“Kegiatan Internal Capacity Building ini dimaksudkan untuk mengembangkan kapasitas diri (Capacity Building) LPMP Gorontalo sehingga akan terjadi peningkatan kinerja pimpinan, staf dan kelompok fungsional dalam melakukan penjaminan  dan peningkatan mutu pendidikan khususnya di Propinsi Gorontalo “,  pungkas Ibu Faradillah.

Sep112009

Pembekalan Program Lesson Study (JICA Program)

Pembekalan Program Lesson Study Tahun 2009

Pembekalan Program Lesson Study Tahun 2009

” Selama ini, proses pembelajaran dalam kelas merupakan area kekuasaan guru. Sehingga apa yang terjadi? Bagaimana kelanjutannya? Sejauh apa penagkapan peserta didik terhadap materi yang diajarkan? Bagaimana cara guru mengajar tidak diketahui dengan pasti. Bagaimana dengan kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya? Seolah mereka tidak peduli sama sekali. Maka melalui Pembekalan Program Lesson Study bekerjasama dengan JICA (Japan International Corporation Agency) saat ini mencoba untuk menjawab permasalahan-permasalahan diatas. Kerjasama tersebut adalah implementasi sebuah model/strategi/metode pengembangan pembelajaran dalam kelas yang disebut lesson study yaitu serangkaian model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas  dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Kegiatan ini merupakan penghormatan yang diberikan oleh Japan International Corporate Agency (JICA) untuk mengelola program pengembangan pembelajaran dalam kelas dengan metode lesson study. Metode yang bukan hanya sekedar menjalankan sebuah strategi tetapi membangun sebuah kultur/budaya pembelajaran. Lebih dari itu juga membangun kolegalitas dan kolaboratif antar sesame insan pembelajar. Karenanya Saya berharap program ini memiliki keberlanjutan sehingga benar-benar menjadi pembiasan yang baik. Sehingga harapan terwujudnya pendidikan yang bermutu akan tercapai “, papar Kepala LPMP Gorontalo Hj. Luizah Saidi, MPd. dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Pembekalan Program Lesson Study (JICA Program) yang direncanakan pelaksanaannya selama 5 hari, mulai tanggal 10 s.d 14 September 2009, bertempat di LPMP Gorontalo, Desa Tunggulo, Kec.Tilongkabila, Kab. Bone Bolango.

Peserta Pembekalan ini berjumlah 48 orang yang berasal dari 4 kabupaten/ kota.

Dra. Hasmi Dumbi, MPd.

Dra. Hasmi Dumbi, MPd.

Dalam kesempatan lain Dra. Hasmi Dumbi, MPd. selaku penanggungjawab kegiatan ini, menjelaskan bahwa Program ini memiliki keterkaitan yang erat dengan program-program yang akan digulirkan. Keterkaitan tersebut dapat dijelaskan dalam kerangka program sebagai berikut:

  1. Program ini adalah untuk implementasi lesson study di kabupaten-kabupaten daerah tertinggal di Propinsi Gorontalo.
  2. Program ini merupakan lanjutan dari program yang dirancang oleh direktorat Tenaga Kependidikan dan JICA untuk membentuk fasilitator ditingkat nasional.
  3. Sebagai kelanjutan tingkat nasional, LPMP merupakan pengelola kegiatan untuk pembentukan fasilitator di tingkat propinsi.
  4. Fasilitator di tingkat propinsi akan membantu mengimplementasikan di tingkat kabupaten pada program Blockgrant Peningkatan Kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah Daerah Tertinggal.
  5. Jumlah peserta yang akan dilatih menjadi fasilitator sebanyak 48 orang dari tiap 4 (empat) kabupaten/kota dan berasal dari unsur Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru Matematika, Guru IPA, Guru Bahasa Indonesia/Inggris, Guru IPS.